Arsip Kategori: AHKAM

Berqurban Sebelum Pemerintah, Tidak Sah? | Sahabat Menyembelih Qurban Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam | Menyembelih Qurban Sebelum Pemerintah, Tidak Sah? |

Berqurban Sebelum Pemerintah, Tidak Sah? | Sahabat Menyembelih Qurban Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam   | Menyembelih Qurban Sebelum Pemerintah, Tidak Sah? |

cinta-qurban

Berqurban Sebelum Pemerintah, Tidak Sah?

Jika ada orang berqurban sebelum hari raya yang ditetapkan pemerintah, apakah qurbannya sah? Ada yg bilang gak sah, apa benar?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dalam ibadah jama’i, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar kaum muslimin melaksanakan ibadah ini bersama-sama secara berjamaah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Hari berpuasa (tanggal 1 Ramadhan) adalah pada hari dimana kalian semua berpuasa. Hari fitri (tanggal 1 Syawal) adalah pada hari dimana kalian semua melakukan hari raya, dan hari Idul Adha adalah pada hari dimana kalian semua merayakan Idul Adha.” (HR. Turmudzi 701, ad-Daruquthni dalam sunannya no. 2206 dan dishahihkan al-Albani). Lanjutkan membaca Berqurban Sebelum Pemerintah, Tidak Sah? | Sahabat Menyembelih Qurban Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam | Menyembelih Qurban Sebelum Pemerintah, Tidak Sah? |

Hukum Melubangi Telinga Hewan Qurban | Melubangi Telinga Hewan Qurban | Kata Isy’ar atau syu’ur, secara bahasa artinya memberi tanda dan pengenal | Hukum Isy’ar | Memasang Pin di Telinga Hewan

Hukum Melubangi Telinga Hewan Qurban | Melubangi Telinga Hewan Qurban | Kata Isy’ar atau syu’ur, secara bahasa artinya memberi tanda dan pengenal | Hukum Isy’ar | Memasang Pin di Telinga Hewan

Tanda Telinga Kurban

Melubangi Telinga Hewan Qurban

Ada peternak yg menyediakan hewan qurban. Krn banyaknya konsumen, identitas pemilik hewan dibuat dlm bentuk pin yg dipasang d telinga. Krn tidak mungkin jk hanya dikalungkan. Apakah memasang pin di telinga itu dibolehkan? Krn hrs melubangi telinga.

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kita memilliki satu hadis dalam masalah ini, yang bisa jadikan rujukan,

Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Beliau menceritakan peristiwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil miqat di Dzil Hulaifah untuk berangkat haji. Dzil Hulaifah adalah miqat bagi jamaah dari Madinah, yang sekarang lebih dikenal dengan Bir Ali atau Abyar Ali.

Ibnu Abbas bercerita,

صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الظُّهْرَ بِذِى الْحُلَيْفَةِ ثُمَّ دَعَا بِنَاقَتِهِ فَأَشْعَرَهَا فِى صَفْحَةِ سَنَامِهَا الأَيْمَنِ وَسَلَتَ الدَّمَ وَقَلَّدَهَا نَعْلَيْنِ ثُمَّ رَكِبَ رَاحِلَتَهُ فَلَمَّا اسْتَوَتْ بِهِ عَلَى الْبَيْدَاءِ أَهَلَّ بِالْحَجِّ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat dzuhur di Dzil Hulaifah, kemudian beliau meminta diambilkan ontanya. Lalu beliau melakukan isy’ar di sisi punuknya sebelah kanan, hingga terluka dan mengalirkan darah, lalu beliau mengkalunkan dua sandal di lehernya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam naik hewan tunggangannya. Setelah beliau berada di atas tunggangannya, beliau berihlal untuk haji. (HR. Muslim 3075). Lanjutkan membaca Hukum Melubangi Telinga Hewan Qurban | Melubangi Telinga Hewan Qurban | Kata Isy’ar atau syu’ur, secara bahasa artinya memberi tanda dan pengenal | Hukum Isy’ar | Memasang Pin di Telinga Hewan