Arsip Tag: ahli waris

Pembagian Waris Ketika Salah Satu Ahli Waris Meninggal

Pembagian Waris Ketika Salah Satu Ahli Waris Meninggal

tuntunan pembagian warisan dalam islam

Pembagian Waris Ketika Salah Satu Ahli Waris Meninggal

Pertanyaan:

Mohon maaf pak ustad, kami sampaikan lagi menyusuli atas pertanyaan kami (yang lalu) antara lain:

Ayah dan ibu saya sudah tiada (meninggal dunia), mempunyai anak 4 (empat) orang (3 laki-laki 1 perempuan). Kedua orang tua saya mempunyai peninggalan sebuah rumah beserta tanahnya yang nilainya 50 Juta. Rumah tersebut akan saya beli, kemudian hasil penjualan ini bagaimana cara perhitungan pembagian warisnya?

Perlu diketahui bahwa:
Anak pertama perempuan masih hidup, status janda tanpa anak.
Anak kedua laki-laki masih hidup mempunyai istri dan 2 anak (1 laki-laki dan 1 perempuan).
Anak ketiga adalah saya sendiri (laki-laki) memupnyai istri dan 3 anak (2 laki-laki dan 1 perempuan).
Anak keempat (laki-laki) sudah meninggal mempunyai istri tanpa anak (namun ada 1 anak pungut/angkat  perempuan).

Penjelasan lain bahwa ayah saya meninggal tahun 1956, ibu saya meninggal tahun 1993, sedangkan anak keempat (adik laki-laki) saya meninggal tahun 2005.

Perlu Pak Ustad ketahui, bahwa rumah  tersebut ditempati oleh kakak kandung saya yang pertama (perempuan). Namun hal ini nantinya juga tetap saya minta kakak saya tempati, karena beliau hanya seorang diri, sedangkan dana pembagian bisa untuk hari tuanya karena tidak mempunyai penghasilan apapun selain masih (bantuan) dari saya.

Dengan demikian, kami atas nama keluarga mohon petunjuknya bagaimana cara pembagiannya?
Serta surat apa yang saya siapkan untuk pengurusan administrasinya supaya dikemudian hari tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan.  Untuk itu kami mengucapkan terima kasih.

Dari: Djodi Gsisby

Jawaban:
Bismillah
Dalam hal ini berlaku hukum munasakhat

Pembagian Sebelum Anak Keempat Meninggal
Yang berhak mendapat warisan: Semua anak, baik lelaki maupun perempuan (3 anak laki dan 1 perempuan). Untuk anak lelaki mendapat jatah dua kali anak perempuan.

Caranya: MISAL rumah dihargai 350 juta. (biar mudah)
Dari total warisan ini dibagi 7 = Rp 350 juta/7 = 50 juta. (selanjutnya ini dianggap satu jatah)

  • Masing-masing anak laki-laki, mendapat: 2 x Rp 50 juta = 100 juta
  • Anak perempuan, mendapat: 1 x Rp 50 juta = 50 juta

Ketika Anak Keempat Meninggal
Anak keempat tadi mendapat jatah 100 juta. Ketika dia meninggal, maka istrinya mendapat jatah 1/4 dari total wariasannya, termasuk jatah warisan yang seharusnya dia dapatkan dari ayahnya. Istrinya mendapatkan 1/4, karena tidak punya anak. Sedangkan anak angkat tidak mendapatkan apapun.

Berarti perhitungannya:
Rp 100 juta/4 = 25 juta –> ini menjadi jatah istri
Sisanya: 75 juta menjadi hak saudara, saudara laki-laki dapat 2 kali jatah saudara perempuan.

Ketika anak keempat ini meninggal, jumlah saudara tinggal 3 orang: 2 laki-laki dan 1 perempuan. Sehingga perhitungannya,
Rp 75 juta (sisa warisan) dibagi 5: Rp 75 juta/5 = 15 juta.

  • Masing-masing saudara laki-laki dapat 15 juta x 2 = 30 juta
  • Saudara perempuan dapat = 15 juta

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Apakah Ibu Tiri Mendapatkan Warisan?

warisan-untuk-istri-dan-bapak

Warisan Ibu Tiri

Pertanyaan:

Assalammu’alaikum Ustadz

Saya mau tanya tentang masalah pembagian warisan. Sebulan yang lalu bapak saya meninggal dengan meninggalkan ahli waris dua anak perempuan, dua anak laki-laki, dan satu orang istri. Istri disini adalah ibu tiri saya, karena ibu kandung saya sudah meninggal 7 tahun yang lalu. Bapak meninggalkan harta berupa tanah, sawah, tabungan biasa, dan tabungan haji. Yang saya ingin tanyakan adalah:

1. Bagaimana pembagian harta warisan tersebut dan cara perhitungannya kepada ahli waris menurut cara pandang Islam? Apakah harus menjumlahkan semua harta yang ditinggalkan, mengingat sangat sulit untuk membagi tanah atau bisa tidak secara bertahap tabungan terlebih dahulu yang dibagikan?

2. Apakah istri kedua dalam hal ini ibu tiri saya juga berhak menerima harta warisan ini?

3. Bagaimana dengan harta tabungan haji yang belum terselesaikan? Apakah diambil saja, kemudian dibagikan kepada semua ahli waris atau diselesaikan pelunasannya kemudian menghajikan bapak yang telah meninggal? Bagaimana hukum menghajikan orang tua yang meninggal dan belum berhaji?

4. Bagaimana posisi wasiat yang pernah diutarakan sebelum meninggal dalam hal pembagian tanah kepada ahli waris. Apa harus dijalankan seperti wasiat walaupun perhitungannya tidak sesuai dengan cara Islam ?

Atas balasan pertanyaannya. Saya ucapkan banyak terima kasih. Jazakumullah Khairan Katsira..

Dari: Fanny

Jawaban:

Wa’alaikumussalam

Dalam kasus ini, ibu tiri Anda berhak mendapatkan warisan karena statusnya adalah istri ketika bapak Anda meningal. Rinciannya adalah sebagai berikut:

– Ibu tiri Anda mendapat 1/8 harta

– Anak laki-laki masing-masing mendapat 7/24 harta

– Anak perempuan masing-masing mendapat 7/48 harta

Masalah pembagian harta terserah pada kesepakatan ahli waris, apakah dijual dulu baru dibagi uang atau dibagi barangnya.

Tabungan haji, kalau memang bisa diambil , maka itu juga harta warisan yang dibagi. Tapi kalau Anda semua sepakat untuk menghajikan orang tua Anda dengan uang itu, maka itu sebuah kebaikan dan birrul walidain, boleh hukumnya menghajikan orang yang sudah meninggal, dengan syarat, orang yang menghajikan sudah pernah haji sebelumnya.

Apabila ada wasiat dari bapak Anda untuk membagi warisan sesuai keinginannya, maka tidak wajib ditunaikan wasiat itu. Karena harta warisannya bukan lagi harta bapak Anda, dia tidak berhak membagi sesuai keinginannya, harta warisan itu sekarang milik ahli waris, Allah yang telah membagi bagian mereka.

Dijawab oleh Ustadz. Muhamamd Ysir, Lc