Arsip Tag: Bahasan Utama

Fikih Azan (4): Hukum Azan | Para ulama berbeda pandangan dalam hal hukumnya, apakah azan itu wajib ataukah sunnah muakkad? Namun yang shahih, hukum azan adalah fardhu kifayah. Jadi tidak boleh di suatu negeri tidak ada kumandang azan sama sekali. | Fikih Azan (5): Hukum Azan Bagi Musafir | Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya bahwa hukum azan adalah wajib, menurut pendapat yang lebih kuat. Namun bagaimanakah hukum azan bagi musafir, juga iqomahnya? |

Fikih Azan (4): Hukum Azan | Para ulama berbeda pandangan dalam hal hukumnya, apakah azan itu wajib ataukah sunnah muakkad? Namun yang shahih, hukum azan adalah fardhu kifayah. Jadi tidak boleh di suatu negeri tidak ada kumandang azan sama sekali. | Fikih Azan (5): Hukum Azan Bagi Musafir | Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya bahwa hukum azan adalah wajib, menurut pendapat yang lebih kuat. Namun bagaimanakah hukum azan bagi musafir, juga iqomahnya? |

hukum_azan

Fikih Azan (4): Hukum Azan

Para ulama berbeda pandangan dalam hal hukumnya, apakah azan itu wajib ataukah sunnah muakkad? Namun yang shahih, hukum azan adalah fardhu kifayah. Jadi tidak boleh di suatu negeri tidak ada kumandang azan sama sekali.

Para ulama sepakat bahwa kumandang azan itu disyari’atkan. Syari’at yang mulia ini sudah berlangsung sejak masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini.

Lalu para ulama berbeda pandangan dalam hal hukumnya, apakah azan itu wajib ataukah sunnah muakkad? Namun yang shahih, hukum azan adalah fardhu kifayah. Jadi tidak boleh di suatu negeri tidak ada kumandang azan sama sekali. Lanjutkan membaca Fikih Azan (4): Hukum Azan | Para ulama berbeda pandangan dalam hal hukumnya, apakah azan itu wajib ataukah sunnah muakkad? Namun yang shahih, hukum azan adalah fardhu kifayah. Jadi tidak boleh di suatu negeri tidak ada kumandang azan sama sekali. | Fikih Azan (5): Hukum Azan Bagi Musafir | Sebagaimana telah diterangkan sebelumnya bahwa hukum azan adalah wajib, menurut pendapat yang lebih kuat. Namun bagaimanakah hukum azan bagi musafir, juga iqomahnya? |

Fikih Azan (1): Kapan Mulai Disyari’atkan Azan? | Kaum muslimin sepakat bahwa azan adalah sesuatu yang masyru’ atau disyari’atkan. Kumandang azan sudah berlaku sejak masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Kapan azan mulai disyari’atkan? | Fikih Azan (2): Keutamaan Azan | Azan adalah di antara syiar Islam untuk memanggil orang shalat. Apa saja keutamaan azan? | Fikih Azan (3): Keutamaan Azan | Di antara keutamaan azan yang lainnya adalah orang yang mengumandangkan azan akan memiliki leher yang panjang pada hari kiamat. Apa maksudnya? Juga seorang muazin lebih utama daripada imam shalat. |

Fikih Azan (1): Kapan Mulai Disyari’atkan Azan? | Kaum muslimin sepakat bahwa azan adalah sesuatu yang masyru’ atau disyari’atkan. Kumandang azan sudah berlaku sejak masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Kapan azan mulai disyari’atkan? | Fikih Azan (2): Keutamaan Azan | Azan adalah di antara syiar Islam untuk memanggil orang shalat. Apa saja keutamaan azan? | Fikih Azan (3): Keutamaan Azan | Di antara keutamaan azan yang lainnya adalah orang yang mengumandangkan azan akan memiliki leher yang panjang pada hari kiamat. Apa maksudnya? Juga seorang muazin lebih utama daripada imam shalat. |

azan_masjid_1

Fikih Azan (1): Kapan Mulai Disyari’atkan Azan?

Kaum muslimin sepakat bahwa azan adalah sesuatu yang masyru’ atau disyari’atkan. Kumandang azan sudah berlaku sejak masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Kapan azan mulai disyari’atkan?

Kaum muslimin sepakat bahwa azan adalah sesuatu yang masyru‘ atau disyari’atkan. Kumandang azan sudah berlaku sejak masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Kapan azan mulai disyari’atkan?

Azan disyari’atkan di Madinah pada tahun pertama Hijriyah. Inilah pendapat yang lebih kuat. Di antara dalil yang mendukung pendapat ini adalah hadits Ibnu ‘Umar, di mana beliau berkata,

كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاَةَ ، لَيْسَ يُنَادَى لَهَا ، فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِى ذَلِكَ ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى . وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ . فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِى بِالصَّلاَةِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ »

Kaum muslimin dahulu ketika datang di Madinah, mereka berkumpul lalu memperkira-kira waktu sholat, tanpa ada yang menyerunya, lalu mereka berbincang-bincang pada satu hari tentang hal itu. Sebagian mereka berkata, gunakan saja lonceng seperti lonceng yang digunakan oleh Nashrani. Sebagian mereka menyatakan, gunakan saja terompet seperti terompet yang digunakan kaum Yahudi. Lalu ‘Umar berkata, “Bukankah lebih baik dengan mengumandangkan suara untuk memanggil orang shalat.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Bilal bangunlah dan kumandangkanlah azan untuk shalat.”  (HR. Bukhari no. 604 dan Muslim no. 377).

Lanjutkan membaca Fikih Azan (1): Kapan Mulai Disyari’atkan Azan? | Kaum muslimin sepakat bahwa azan adalah sesuatu yang masyru’ atau disyari’atkan. Kumandang azan sudah berlaku sejak masa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saat ini. Kapan azan mulai disyari’atkan? | Fikih Azan (2): Keutamaan Azan | Azan adalah di antara syiar Islam untuk memanggil orang shalat. Apa saja keutamaan azan? | Fikih Azan (3): Keutamaan Azan | Di antara keutamaan azan yang lainnya adalah orang yang mengumandangkan azan akan memiliki leher yang panjang pada hari kiamat. Apa maksudnya? Juga seorang muazin lebih utama daripada imam shalat. |