Arsip Tag: Mengenal Syiah

Mengenal Syiah: Antara Syiah Dan Imperium Persia (3) | Setelah orang-orang Majusi berhasil membunuh Khalifah Umar bin Khattab melalui tangan Abu Lu’luah, mereka belum berhenti sampai disitu. Di setiap waktu mereka selalu mencari celah untuk berbuat makar | Fitnah pada masa sahabat | Perang siffin | Sebab terjadinya perang siffin | Terjadinya perang siffin | Perang Siffin merupakan hasil Ijtihad |

Mengenal Syiah: Antara Syiah Dan Imperium Persia (3) | Setelah orang-orang Majusi berhasil membunuh Khalifah Umar bin Khattab melalui tangan Abu Lu’luah, mereka belum berhenti sampai disitu. Di setiap waktu mereka selalu mencari celah untuk berbuat makar | Fitnah pada masa sahabat | Perang siffin | Sebab terjadinya perang siffin | Terjadinya perang siffin | Perang Siffin merupakan hasil Ijtihad |

persia

Setelah orang-orang Majusi berhasil membunuh Khalifah Umar bin Khattab melalui tangan Abu Lu’luah, mereka belum berhenti sampai disitu. Di setiap waktu mereka selalu mencari celah untuk berbuat makar. Hingga akhirnya mereka pun menemukan kesempatan emas untuk kembali menjalankan aksinya. Yaitu pada saat terjadinya sengketa politik antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan pada tahun 36 hijriah. Namun sebelum kita membahas lebih lanjut bagaimana aksi orang orang majusi memanfaatkan momentum tersebut untuk berbuat makar, terlebih dahulu kita membahas hakekat fitnah pada masa sahabat. Terutama perang Siffin yang seriangkali dijadikan ajang oleh orang-orang Syiah untuk mencela para sahabat secara umum dan Muawiyah bin Abi Sufyan Radhiyallahu ‘Anhu secara khusus.

Fitnah pada masa sahabat

Fitnah yang terjadi pada masa sahabat merupakan realitas yang tidak bisa dipungkiri. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -melalui bimbingan wahyu tentunya- jauh jauh hari sudah memprediksikan akan munculnya fitnah tersebut. Dan dengan terbunuhnya Umar bin Khattab pintu fitnah pun terbuka1. Dimulai dengan pembunuhan Utsman oleh para pemberontak, kemudian terjadinya sengketa antara kubu Ali bin Abi Thalib dan Ummul Mu’minin Aisyah yang berujung dengan perang jamal, diteruskan dengan perang siffin antara kubu Ali dan Muawiyah, hingga munculnya orang orang khowarij yang kemudian di perangi oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhum Ajma’iin.

Pada dasarnya membicarakan fitnah yang terjadi di antara para sahabat bukan merupakan manhaj Ahlusunnah Wal Jama’ah. Karena ditakutkan akan menjurus kepada penurunan derajat para sahabat yang telah di muliakan oleh Allah ta’ala. Ketika Umar bin Abdul Aziz ditanya tentang peperangan yang terjadi di antara para sahabat, beliau menjawab, “Allah ta’ala telah mensucikan tangan kita dari pertumpahan darah tersebut, kenapa kita tidak mensucikan lisan kita dari membicarakannya”2 Lanjutkan membaca Mengenal Syiah: Antara Syiah Dan Imperium Persia (3) | Setelah orang-orang Majusi berhasil membunuh Khalifah Umar bin Khattab melalui tangan Abu Lu’luah, mereka belum berhenti sampai disitu. Di setiap waktu mereka selalu mencari celah untuk berbuat makar | Fitnah pada masa sahabat | Perang siffin | Sebab terjadinya perang siffin | Terjadinya perang siffin | Perang Siffin merupakan hasil Ijtihad |

Mengenal Syiah: Antara Syiah Dan Imperium Persia (2) | Orang-orang Persia begitu paham, bahwa tokoh utama di balik kehancuran kerajaan mereka adalah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Mereka pun -bekerjasama dengan orang Romawi dan Yahudi- berencana untuk membunuh beliau | Pembunuhan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu | Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu dan Abu Lu’luah Al Majusi di mata Syiah |

Mengenal Syiah: Antara Syiah Dan Imperium Persia (2) | Orang-orang Persia begitu paham, bahwa tokoh utama di balik kehancuran kerajaan mereka adalah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Mereka pun -bekerjasama dengan orang Romawi dan Yahudi- berencana untuk membunuh beliau | Pembunuhan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu | Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu dan Abu Lu’luah Al Majusi di mata Syiah |

persia

Pasca kekalahan telak Persia di hadapan kaum muslimin, tidak ada pilihan lain bagi orang-orang Persia kecuali menyerah dan masuk Islam. Namun ternyata tidak banyak dari mereka yang bagus keislamannya. Sebagian besar masuk Islam karena terpaksa, bahkan sebagian dari mereka masuk Islam dengan rencana membuat makar dan menusuk Islam dari dalam.

Pembunuhan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu1

Orang-orang Persia begitu paham, bahwa tokoh utama di balik kehancuran kerajaan mereka adalah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Mereka pun -bekerjasama dengan orang Romawi dan Yahudi- berencana untuk membunuh Amirul Mu’minin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu.

Untuk melancarkan rencananya, orang-orang Persia selalu berusaha untuk bisa tinggal di kota Madinah, tempat keberadaan Khalifah Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Awalnya Khalifah selalu menolak karena tidak suka dengan keberadaan orang Persia dan Romawi yang tinggal di Madinah. Namun mereka selalu mencari cara dan berusaha keras untuk bisa tinggal di Madinah, hingga akhirnya ada sebagian dari orang-orang Persia dan Romawi yang di izinkan untuk bisa tinggal di Madinah. Lanjutkan membaca Mengenal Syiah: Antara Syiah Dan Imperium Persia (2) | Orang-orang Persia begitu paham, bahwa tokoh utama di balik kehancuran kerajaan mereka adalah Amirul Mu’minin Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu. Mereka pun -bekerjasama dengan orang Romawi dan Yahudi- berencana untuk membunuh beliau | Pembunuhan Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu | Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu dan Abu Lu’luah Al Majusi di mata Syiah |