Arsip Tag: Muhammad Abduh Tuasikal

KALIMAT SYAHADAT | Pengertian / Definisi/ Arti Kalimat Syahadat | Makna Syahadatain | Bacaan Syahadat | Kalimat Syahadat | Rukun Syahadat | Syarat Syahadat | Konsekuensi Syahadat |Mengucap Syahadat Pasti Masuk Syurga? |

KALIMAT SYAHADAT | Pengertian / Definisi/ Arti Kalimat Syahadat | Makna Syahadatain | Bacaan Syahadat | Kalimat Syahadat | Rukun Syahadat | Syarat Syahadat | Konsekuensi Syahadat |Mengucap Syahadat Pasti Masuk Syurga? |

 

Pengertian syahadat

Syahadat” berasal dari kata: syahidayasyhadusyahadatan. Secara bahasa, kata ini memiliki makna:

  1. Menyampaikan berita yang pasti.
  2. Menampakkan sesuatu yang tidak diketahui orang lain.
  3. Menjelaskan. (Mukhtarush Shihah,Misbahul Munir,Al-Mu’jamul Wasith, kata: syahida)

Secara istilah, “syahadat” artinya ‘menyampaikan kebenaran di depan saksi’. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, kata: syahadah). Berdasarkan pengertian ini, kata syahadat memiliki makna yang lebih umum; mencakup semua bentuk persaksian, termasuk persaksian di pengadilan, dan tidak hanya terkait dengan ritual ketika masuk Islam.

Syahadatain dan maknanya

Kata “syahadatain” artinya ‘dua kalimat syahadat’. Dua kalimat ini merupakan gerbang bagi orang nonmuslim ketika masuk Islam. Lafal syahadatain adalah:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ

وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,
dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

  • Makna syahadat “la ilaha illallah

Ketika seseorang mengucapkan syahadat ini, berarti dia mengakui dengan lisan dan hatinya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan dijadikan tujuan ibadah kecuali Allah. Adapun semua sesembahan selain Allah adalah sesembahan yang batil dan tidak boleh dijadikan tujuan beribadah.

  • Makna syahadat “Muhammad adalah utusan Allah

Pengakuan untuk menaati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua syariat yang beliau bawa, baik bentuknya berita, perintah, maupun larangan. Ketika seseorang mengucapkan syahadat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia siap untuk melaksanakan konsekuensi berikut: Lanjutkan membaca KALIMAT SYAHADAT | Pengertian / Definisi/ Arti Kalimat Syahadat | Makna Syahadatain | Bacaan Syahadat | Kalimat Syahadat | Rukun Syahadat | Syarat Syahadat | Konsekuensi Syahadat |Mengucap Syahadat Pasti Masuk Syurga? |

Rukun-Rukun Shalat dan Tata Cara Berdiri Dalam Shalat| Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. | Rukun dalam Melaksanakan Shalat / Sholat| | Berdiri ketika shalat wajib, termasuk rukun shalat. | Shalat Sunnah Boleh Sambil Duduk | Pandangan Mata Ketika Berdiri Shalat | Bentuk Kaki Ketika Berdiri Shalat |

Rukun-Rukun Shalat dan Tata Cara Berdiri Dalam Shalat| Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. | Rukun Berdiri bagi yang mampu | Rukun Takbiratul ihram | Rukun Membaca Al Fatihah di Setiap Raka’at | Rukun Ruku’ dan thuma’ninah | Rukun I’tidal setelah ruku’ dan thuma’ninah | Rukun Sujud dan thuma’ninah | Rukun Duduk di antara dua sujud dan thuma’ninah | Rukun Tasyahud akhir dan duduk tasyahud | Rukun Shalawat kepada Nabi setelah mengucapkan tasyahud akhir | Rukun Salam | Rukun Urut dalam rukun-rukun yang ada | | Berdiri ketika shalat wajib, termasuk rukun shalat. | Berdiri Adalah Rukun Shalat Wajib | Shalat Sunnah Boleh Sambil Duduk | Pandangan Mata Ketika Berdiri Shalat | Bentuk Kaki Ketika Berdiri Shalat |

shalat

Rukun-Rukun Shalat

Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka shalat pun tidak teranggap secara syar’i.

Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. Jika salah satu rukun ini tidak ada, maka shalat pun tidak teranggap secara syar’i dan juga tidak bisa diganti dengan sujud sahwi.

Meninggalkan rukun shalat ada dua bentuk.

Pertama: Meninggalkannya dengan sengaja. Dalam kondisi seperti ini shalatnya batal dan tidak sah dengan kesepakatan para ulama.

Kedua: Meninggalkannya karena lupa atau tidak tahu. Di sini ada tiga rincian,

  1. Jika mampu untuk mendapati rukun tersebut lagi, maka wajib untuk melakukannya kembali. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama.
  2. Jika tidak mampu mendapatinya lagi, maka shalatnya batal menurut ulama-ulama Hanafiyah. Sedangkan jumhur ulama (mayoritas ulama) berpendapat bahwa raka’at yang ketinggalan rukun tadi menjadi hilang.
  3. Jika yang ditinggalkan adalah takbiratul ihram, maka shalatnya harus diulangi dari awal lagi karena ia tidak memasuki shalat dengan benar.

Lanjutkan membaca Rukun-Rukun Shalat dan Tata Cara Berdiri Dalam Shalat| Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah setiap perkataan atau perbuatan yang akan membentuk hakikat shalat. | Rukun dalam Melaksanakan Shalat / Sholat| | Berdiri ketika shalat wajib, termasuk rukun shalat. | Shalat Sunnah Boleh Sambil Duduk | Pandangan Mata Ketika Berdiri Shalat | Bentuk Kaki Ketika Berdiri Shalat |