Arsip Tag: terowongan mina

Jangan Mudah Menyebarkan Foto dan Video Korban Bencana dan Tragedi Kemanusiaan! | Jagalah kehormatan saudaramu yang menjadi korban | Perihal kehormatan seorang muslim | Keumuman perintah untuk menutup aib kaum muslimin | Larangan untuk menyebarluaskan segala hal yang menyangkut pribadi seorang muslim yang tidak ingin diketahui oleh publik | Alasan lain menyebarkan foto korban | Berkaitan dengan hak keluarga korban |

Jangan Mudah Menyebarkan Foto dan Video Korban Bencana dan Tragedi Kemanusiaan! | Jagalah kehormatan saudaramu yang menjadi korban | Perihal kehormatan seorang muslim | Keumuman perintah untuk menutup aib kaum muslimin |  Larangan untuk menyebarluaskan segala hal yang menyangkut pribadi seorang muslim yang tidak ingin diketahui oleh publik | Alasan lain menyebarkan foto korban | Berkaitan dengan hak keluarga korban |

mina-tent-city-10[6]

Tragedi jatuhnya crane di Masjidil Haram dan tragedi Mina pada musim haji tahun ini yang memakan ratusan korban jiwa adalah musibah yang sangat memilukan dan cukup mengundang simpati kaum muslimin di seluruh dunia. Tak terkecuali di dunia maya, di mana sangat mudah ditemui foto-foto dan video korban tragedi bertebaran di beranda facebook dan twitter.

Ada satu catatan penting yang nampaknya luput dari perhatian khalayak. Adalah satu fenomena yang marak akhir-akhir ini yaitu mengabadikan dan menyebarkan foto/video korban tragedi kemanusiaan. Fenomena tersebut patut kita kaji bersama secara seksama karena menyangkut kemaslahatan orang banyak. Sudah tentu dalam hal ini kita selalu menyandarkan pada aturan syari’at yang senantiasa memberikan solusi tanpa ada pihak yang dirugikan. Lanjutkan membaca Jangan Mudah Menyebarkan Foto dan Video Korban Bencana dan Tragedi Kemanusiaan! | Jagalah kehormatan saudaramu yang menjadi korban | Perihal kehormatan seorang muslim | Keumuman perintah untuk menutup aib kaum muslimin | Larangan untuk menyebarluaskan segala hal yang menyangkut pribadi seorang muslim yang tidak ingin diketahui oleh publik | Alasan lain menyebarkan foto korban | Berkaitan dengan hak keluarga korban |

Meninggal Ketika Ibadah Haji dan Umrah | Berikut beberapa fikih mengenai jamaah yang meninggal ketika sedang melakukan ibadah haji dan umrah | Jika meninggal ketika ihram | Pahala haji dan umrahnya ditulis hingga hari kiamat | Jika meninggal dalam perjalanan dan belum melakukan ihram, maka tidak termasuk meninggal dalam ketika beribadah haji | Jika meninggal ketika haji (sudah berihram), maak tidak perlu diqadhakan tahun depan oleh walinya

Meninggal Ketika Ibadah Haji dan Umrah | Berikut beberapa fikih mengenai jamaah yang meninggal ketika sedang melakukan ibadah haji dan umrah | Jika meninggal ketika ihram | Pahala haji dan umrahnya ditulis hingga hari kiamat | Jika meninggal dalam perjalanan dan belum melakukan ihram, maka tidak termasuk meninggal dalam ketika beribadah haji | Jika meninggal ketika haji (sudah berihram), maak tidak perlu diqadhakan tahun depan oleh walinya

 

mina_haji

Berikut beberapa fikih mengenai jamaah yang meninggal ketika sedang melakukan ibadah haji dan umrah:

1. Jika meninggal ketika ihram:

  • Dimandikan dengan air bercampur daun bidara atau hal yang membuat harum semisal sabun
  • Dikafani dengan dua potong kain diriawayat lainnya dengan kain ihramnya
  • Tidak diberi wewangian
  • Tidak ditutup kepala dan wajahnya
  • Akan dibangkitkan hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah

Hal ini karena mereka akan dibangkitkan dihari kiamat sebagaimana keadaan orang yang berihram, yaitu tidak memakai wangi-wangian, tidak ditutup wajahnya. Adapun memandikan dengan bidara tujuannya agar jasad tetap harum ketika memandikan dan sabun semisal dengan bidara.1

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

بينما رجل واقف بعرفة، إذ وقع عن راحلته فوقصته، أو قال: فأقعصته، فقال النبي صلى الله عليه وسلم: اغسلوه بماء وسدر، وكفنوه في ثوبين -وفي رواية: في ثوبيه- ولا تحنطوه -وفي رواية: ولا تطيبوه- ، ولا تخمروا رأسه ولا وجهه ، فإنه يبعث يوم القيامة ملبيا

Ketika seseorang tengah melakukan wukuf di Arafah, tiba-tiba dia terjatuh dari hewan tunggangannya lalu hewan tunggangannya menginjak lehernya sehingga meninggal. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Mandikanlah dengan air yang dicampur daun bidara lalu kafanilah dengan dua potong kain – dan dalam riwayat yang lain: “ dua potong kainnya “- dan jangan diberi wewangian. Jangan ditutupi kepala dan wajahnya. Sesungguhnya ia akan dibangkitkan pada hari kiyamat nanti dalam keadaan bertalbiyah.”2 Lanjutkan membaca Meninggal Ketika Ibadah Haji dan Umrah | Berikut beberapa fikih mengenai jamaah yang meninggal ketika sedang melakukan ibadah haji dan umrah | Jika meninggal ketika ihram | Pahala haji dan umrahnya ditulis hingga hari kiamat | Jika meninggal dalam perjalanan dan belum melakukan ihram, maka tidak termasuk meninggal dalam ketika beribadah haji | Jika meninggal ketika haji (sudah berihram), maak tidak perlu diqadhakan tahun depan oleh walinya